Kegiatan Konservasi Kerangka Manusia di Leang Jarie

April 10, 2026

Sahabat Budaya,
Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan melalui Tim Kerja Pemeliharaan telah melaksanakan kegiatan Konservasi kerangka Manusia di Leang Jarie yang terletak di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 12 Maret 2026 sampai dengan 16 Maret 2026.

Kegiatan ini juga melibatkan tim dari Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Pusat Kolaborasi Riset Arkeologi Sulawesi.

Kawasan karst Maros-Pangkep sangat kaya dengan tinggalan budaya berupa gambar cadas dan berbagai tinggalan lain berupa sampah dapur, fragmen tulang hingga kerangka manusia Leang Jarie. Rangka manusia utuh (LJ1) yang ditemukan pada penelitian sebelumnya berumur 2850-2750 calBP. Upaya pelestarian pada Kerangka manusia telah diakukan dengan kegiatan casting pada kerangka manusia (LJ1) dan kegiatan studi teknis pada bulan November 2025. Berdasarkan hasil kegiatan studi teknis ini menghasilkan beberapa rekomendasi terhadap tinggalan kerangka manusia yang ada di Leang Jarie salah satu melakukan kegiatan konservasi.

Kegiatan konservasi diawali dengan rapat persiapan dikoordinir oleh ketua Tim Pemeliharaan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan. Pada meeting tersebut dibahas terkait teknis pelaksanaan kegiatan Konservasi. Hal pertama yang dilakukan adalah pendokumentasian dan pengumpulan data (suhu, kelembaban udara, kadar air, intensitas cahaya) kondisi existing dari kerangka manusia. Selanjutnya membuka kotak ekskavasi sesuai rekomendasi hasil studi teknis. Tahap berikutnya, dilakukan pembersihan mekanis kering dan pembersihan khemis menggunakan larutan Aceton. Tujuan pembersihan ini untuk mengangkat akumulasi debu dan sisa bahan dari kegiatan casting pada kerangka manusia (LJ1). Kemudian, pada permukaan Kerangka Manusia dioleskan larutan Konsolidasi 5% dan permukaan tanah sekitar objek dioleskan menggunakan larutan konsoliasi 10%. Tahap akhir, pendokumentasian hasil kegiatan konservasi.

Kegiatan Konservasi diharapkan tetap mempertahankan keterawatan dan pelestarian nilai-nilai historis serta nilai arkeologis yang terkandung di dalamnya. Selain itu, dengan kegiatan konservasi terus berlanjut dengan metode-metode terbarukan untuk menunjang kelestarian Cagar Budaya dari laju kerusaan dan pelapukan,

Salam Lestari!

bpkebudayaansulsel #konservasi #leangjing #kerangka

© Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Sulawesi Selatan - All Rights Reserved.