Sahabat Budaya,
Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan memiliki berbagai macam koleksi, salah satu adalah tulang yang merupakan hasil kegiatan ekskavasi di Benteng Rotterdam . Menjaga koleksi atau benda budaya bukan sekadar merawat benda lama, tapi merawat jejak kehidupan masa lalu.
Setiap fragmen menyimpan cerita, tentang manusia, budaya, dan perjalanan waktu.
Tim Kerja Pemeliharaan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan pada bulan April 2026 telah melaksanakan kegiatan Konservasi Tulang di ruangan Laboratrium. Kegiatan konservasi ini merupakan serangkaian upaya perawatan rutin dan berkelanjutan untuk menjaga kondisi fisik, keaslian, dan nilai penting suatu objek agar tetap lestari serta terhindar dari kerusakan dan pelapukan. Konservasi tulang dilakukan dengan teknik khusus agar tidak mengalami kerusakan akibat kelembaban, mikroorganisme, maupun faktor lingkungan lainnya. Kegiatan ini dimulai dengan pendokumentasian, identifikasi, pembersihan mekanis, sterilisasi, perbaikan ringan tanpa mengubah bentuk asli, konsolidasi serta penyimpanan koleksi dengan suhu dan kelembaban yang terkontrol.
Mari kita jaga warisan ini dengan tindakan pemeliharaan yang tepat , karena dari masa lalu kita belajar tentang masa depan.
Salam Lestari.
